sartje:

heaven (Taken with Instagram at Lokananta)

sartje:

heaven (Taken with Instagram at Lokananta)

()
[Flash 9 is required to listen to audio.]

benlaksana:

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.

Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.

Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal, dan lucu.

Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.

Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.

Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.

Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.

Mari sini, sayangku.

Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.

Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.

Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa.

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan.

Yang kedua dilahirkan tapi mati muda.

Dan yang tersial adalah berumur tua.

Berbahagialah mereka yang mati muda.

Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada.

Berbahagialah dalam ketiadaanmu.

- Soe Hok Gie


(via gigiamorita)

()

Semangat Do-It-Yourself

Akhir-akhir ini tingkat konsumtif saya semakin tinggi. Entah itu untuk membeli pakaian, CD, atau menonton bioskop. Lalu di balik sifat konsumtif itu, saya berpikir tentang apa yang sudah saya produksi. Kadang “kegilaan” atau kreatifitas orang lain membuat saya terlena dan menjerat saya untuk mengkonsumsi dan terus mengkonsumsi lalu lupa untuk berproduksi. Lalu di bawah payung The Paint Of Being Pure At Heart Club, saya mencoba untuk memproduksi sesuatu yang saya bisa.


Yang pertama, saya membuat kaos dari salah satu gambar karya saya sendiri. Agak narsis memang, tapi juga sekaligus bangga.  Bagaimana tidak, umumnya saya pakai kaos dengan design orang lain atau merk tertentu, tapi kali ini gambar karya saya sendiri. Terlihat trendy dengan karya sendiri. Kalian harus mencoba melakukannya dan rasakan sensasinya ketika memakai kaos dengan gambar karya kalian sendiri. Sering kali GR kalau ada yang melihat. Kaos ini juga saya jadikan kado ulang tahun karib saya.


Lalu saya juga membuat kartu pos dari gambar karya saya. Baru-baru ini saya sedang tertarik dengan  dunia kartu pos. Di karu pos itu saya mencantumkan situs The Paint Of Being Pure At Heart Club juga akun Twitter-nya. Sekalian ajang promosi bukan. Mengenalkan karya saya dengan media kartu pos. Saya juga berencana mengirim kartu pos ini ke luar negeri.


(Untuk sementara) yang terakhir, saya buat buku saku. Terus terang, sebenarnya saya kurang  suka menulis, apalagi tulisan saya jelek. Tapi mungkin saja karena sampul buku saku ini logo The Paint Of Being Pure At Heart Club yang juga buatan saya sendiri bisa menstimulasi saya untuk sering menulis.

Dari semua yang sudah saya buat itu, timbul pertanyaan, “Buat apa sih semua ini?” Pastinya kepuasan batin. Ini bentuk konkrit kalau saya sebagai individu bisa berkarya atau menghasilkan sesuatu.  Untuk lebih lanjutnya saya juga tak munafik, ingin apa yang saya buat ini bernilai ekonomis. Membanggakan bukan bisa mendapat uang dari hasil karya sendiri?

Saya juga mengajak kalian semua untuk menumbuhkan semangat Do-It-Yourself atau mental produktif. Untuk lebih luasnya, bangsa Indonesia tercinta ini bisa menjadi bangsa yang mandiri dan tak melulu mengimpor. Setuju?

()
PUTAR KASET SORE-SOREBuat kamu yang masih dengerin kaset. Silahkan bawa, putar, dan ceritakan kasetmu. 20 April 2012, 15.00 - selesai di Lir Shop, Baciro, YK. Acaranya gratis, broh!

PUTAR KASET SORE-SORE

Buat kamu yang masih dengerin kaset. Silahkan bawa, putar, dan ceritakan kasetmu. 20 April 2012, 15.00 - selesai di Lir Shop, Baciro, YK. Acaranya gratis, broh!

()
SELAMAT ULANG TAHUN, PAPAH.

SELAMAT ULANG TAHUN, PAPAH.

()
PAMERAN YANG SPEKTAKULEEEEERRRR!!

PAMERAN YANG SPEKTAKULEEEEERRRR!!

()

The Paint Of Being Pure At Heart Club

Ketika kamu membaca judul itu pasti yang terbesit adalah nama sebuah band indie pop. Tapi ini bukan cerita tentang sebuah band.

Seharusnya waktu saya akhir-akhir ini diisi dengan mengerjakan skripsi. Tapi saya sedang tidak tertarik dengan hal itu. Lalu saya isi waktu-waktu itu dengan menggambar. Walau seadanya dan terlihat berantakan, saya mengunggahnya ke http://tpobpahc.tumblr.com/ untuk kamu lihat jika berkenan dan untuk kamu follow jika ingin.

Lalu mengapa saya menamainya The Paint Of Being Pure At Heart Club? Iya, ini memang plesetan dari nama band tadi. Selain itu karena gambar-gambar yang saya hasilkan dibuat di aplikasi Paint yang bisa kalian temui di setiap Windows. Jadi saja karena pake Paint, kata “Paint” itu digunakan untuk menggantikan kata “Pains” yang ada di nama band itu lalu ditambah kata Club. Untuk apa? Aku pun tak tahu. Rasanya lebih keren. Maksa? Biarin deh.

Rencananya ingin buat kaos dengan gambar-gambar di The Paint Of Being Pure At Heart Club. Gambar sendiri, produksi sendiri, dipake sendiri, puas sendiri. Kalau kamu mau, silahkan hubungi saya. Tapi saya juga belum tahu soal harganya. Kalaupun saya cari untung, uangnya tidak saya belikan macam-macam. Apalagi buat dibakar dengan menjadikannya rokok terlebih dahulu. Paling buat beli kaset.

Akhir kata, saya ucapkan selamat datang di seni rupa ala kadarnya. Wow! Ini karyaku. Mana karyamu?

()

Ketika kau berbicara tentang tenangnya sungai,

aku berbicara tentang derasnya jeram.


Ketika kau berbicara tentang indahnya pantai,

aku berbicara tentang dalamnya palung.


Ketika kau berbicara tentang tenangnya bukit,

aku berbicara tentang megahnya gunung.

()